MAKALAH MANUSIA DAN KEBUDAYAN
Manusia dan Kebudayaan
Dosen
Pengampu :
Baiti
Rahmawati,S.Sos.IM.Si
Penyusun
:
Muhammad
Luqman Hakim (B04219022)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2020
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan kita nikmat serta hidayahnya
sehingga kita dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik, Sholawat serta salam
tetap tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW. Yang telah menunjukkan kita
dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni Addinul Islam.
Kami
ucapkan kepada Baiti Rahmawati,S.Sos.IM.Si yang telah memberikan materi dengan
judul ini, karena dengan disusunnya makalah ini kami dapat lebih mendalami
tentang materi yang diberikan.
Kami
selaku penyusun makalah ini menyadari akan kesalahan baik dalam peulisan maupun
dalam tatanan Bahasa, kami dengan senang hati menerima saran dan kritik pembaca
untuk menyempurnakan makalah kami. Semoga dengan tersususunnya makalah ini
bermanfaat untuk kita semua.
Surabaya, 27 Februari
2020
Penyusun
A.
Manusia sebagai pencipta dan pengguna budaya
Manusia dilahirkan sebagai makhluk
hidup yang paling sempurna
dari pada makhluk makhluk lainnya, karena manusia diberi oleh
Allah akal, sehingga dengan adanya
akal manusia dapat memenuhi segala macam
kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan hidup manusia tidak pernah berhenti, hal ini menuntut manusia untuk terus berfikir bagaimana agar kebutuhannya hiduonya terpenuhi. Tujuan memenuhi kebutuhan hiduplah yang akhirnya melahirkan berbagai ciptaan dan karya manusia.
Jadi pada
dasarnya
manusia
menciptakan kebudayaan adalah
untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, karena itu manusia disebut
sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan, bahkan tidak kita sadari bahwa kadangkala manusia juga merusak kebudayaan yang telah diciptakannya itu.
Hasil ciptaan dan karya manusia antara lain melahirkan teknologi yang mempunyai kegunaan untuk membantu mempermudah manusia serta dapat melindungi manusia terhadap
lingkungan alamnya.
Sehingga kebudayaan
memiliki beberapa peranan, yaitu :
1. Sebagai hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya.
2. Wadah untuk
menyalurkan perasaan-perasaan dan
kemampuan – kemampuan lain.
3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia, termasuk memenuhi kebutuhan hidupnya..
3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia, termasuk memenuhi kebutuhan hidupnya..
4. Pembeda antara manusia dan binatang.
5. Sebagai petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku didalam pergaulan.
5. Sebagai petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku didalam pergaulan.
6. Sebagai pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, dan lain sebagainya.
7. Menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain, sebagai modal dasar pembangunan.
7. Menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain, sebagai modal dasar pembangunan.
Dengan demikian, manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat
mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung
pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya.
Kebudayaan mempunyai fungsi yang
besar bagi manusia dan masyarakat, untuk menaklukan
berbagai macam kekuatan yang harus dihadapi oleh manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia
dan masyarakat
memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun
materil.
Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya
masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam
melindungi masyarakat terhadap lingkungan
didalamnya.
Dalam kaitannya untuk memenuhi segala macam kebutuhan dan tindakan untuk melindungi diri dari
lingkungan alam, pada tahap permulaan manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak didalam batas-batas untuk melindungi
dirinya, namun dengan
akal pikirannya manusia terus berusaha.
Sehingga semakin hari pemikiran manusia semakin berkembang dan masyarakat
semakin
kompleks, kemudian lahirlah kebudayaannya
lebih tinggi. Hasil
karya tersebut yaitu
teknologi yang memberikan kemungkinan yang
luas
untuk memanfaatkan
hasil alam bahkan menguasai alam.
A. Pengaruh budaya terhadap lingkungan
Budaya yang dikembangkan oleh
manusia
akan berimplikasi
pada lingkungan tempat kebudayan
itu berkembang.
Suatu kebudayaan
memancarkan suatu
ciri khas dari
masyarakatnya yang tampak dari luar, artinya orang asing dapat
melihat ciri khas dari budaya
suatu
daearh atau kelompok. Dengan menganalisa pengaruh dan akibat budaya terhadap lingkungan,
seseorang dapat
mengetahui
mengapa
suatu lingkungan tertentu akan berbeda
dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan
kebudayaan yang berbeda pula.
Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam
kaidah dengan lingkungannya, terlebih lagi perspektif lintas
budaya akan mengandung bamyak variabel yang
saling berhubungan dalam keseluruhan system terbuka. Pendekatan yang saling teriring dengan
psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang
melihat
rangkaian sistemik
antara beberapa
subsistem yang ada dalam melihat
kenyataan lingkungan total yang
melingkupi satuan
budaya yang ada.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan
masalah kebudayaan
dan lingkungan :
a. Physical Environment, menunjuk
pada lingkungan natural seperti : temperatur, curah hujan,
iklim,
wilayah geografis, flora dan
fauna.
b. Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses
sosialisasi seperti: norma-norma, adat
istiadat, dan nilai-nilai.
c. Environmental Orientation
and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan
kognitif yang berbeda-beda pada setiap
masyarakat mengenai lingkungannya.
d. Environmental Behavior
and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan
lingkungan dalam hubungan
sosial.
e. Out Carries Product, meliputi
hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas, kota beserta usaha-usaha manusia dalam
memodifikasi lingkungan fisik seperti
budaya pertanian dan iklim.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kebudayaan yang berlaku dan
dikembangkan dalam
lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata
laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan
masyarakat lainnya.
B. Problematika Kebudayaan
Adapun problematika Kebudayaan antara lain
:
1. Hambatan
budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan system kepercayaan. Misalnya, keterkaitan orang jawa terhadap
tempat yang mereka tempati secara turun -
temurun di yakini sebagai pemberi berkah kehidupan. Mereka enggan
meninggalkan kampong halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani padahal
hidup mereka umumnya miskin.
2. Hambatan
budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi atau sudut pandang.
Hambatan ini dapat terjadi antara
masyarakat dan pelaksana pembangunan. Contohnya program keluarga berencana atau
KB semula ditolak masyarakat mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak
rezeki.
3. Hambatan
budaya berkaitan dengan psikologi atau kejiwaan.
Upaya untuk menstramigasikan penduduk dari
daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan.
Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran
penduduk bahwa ditempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan
dengan hidup mereka di tempat yang lama.
4. Masyarakat
yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar.
Masyarakat daerah – daerah terpencil yang
kurang komunikasi dengan masyarakat luar, karena pengetahuannya terbatas,
seolah – olah tertutup untuk menerima program – program pembangunan.
5. Sikap
tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal – hal baru.
Sikap ini sangat mengagung – agunkan budaya
tradisional sedemikian rupa, yang menganggap hal – hal baru itu akan merusak
tatanan hidup mereka. Yang sudah mereka miliki secara turun – temurun.
6. Sikap
Etnosentrisme.
Sikap etnosentrisme adalah sikap yang
mengagungkan budaya sukunya sendiri dan menganggap rendah suku bangsa lain
sikap semacam ini akan mudah timbulnya kasus – kasus sara, yakni pertentangan
suku, agama, ras, dan antar golongan.
7. Perkembangan
IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan.
Seringkali disalah gunakan oleh manusia,
sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan
untuk melestarikan suatu generasi, obat – obatan diciptakan untuk kesehatan
tetapi dalam penggunaan nya banyak di salah gunakan yang justru mengganggu
kesehatan manusia.
8. Cultural
Shock atau gagap budaya.
Apabila manusia tidak bisa menyesuaikan
atau beradaptasi dengan budaya lain,sehingga menimbulkan keraguan dan
kecanggungan.
C. Pengertian budaya
Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban,
mengandung pengertian yang luas meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang
kompleks. Meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat –
istiadat (kebiasaan). Dan pembawaan lain nya yang diperoleh dari anggota
masyarakat (Taylor 1897).
Para
ahli banyak yang menyelidiki berbagai kebudayaan, dari hasil penyelidikan
tersebut timbul dua pemikiran tentang munculnya suatu kebudayaan atau
peradaban. Pertama anggapan bahwa adanya hukum pemikiran atau perbuatan
manusia. Kedua, kebudayaan muncul sebagai akibat taraf perkembangan dan hasil
evaluasi proses sejarahnya. Demikian pula proses sajarah bukan hal yang
mengikat, tetapi merupakan kondisi ilmu pengetahuan, agama, seni, ada –
istiadat dan kehendak masyarakat.
Adapun
teori kebudayaan yang diajukan oleh Hercovits dalam bukunya yang berjudul Man
and His work tentang teori kebudayaan yaitu :
1. Kebudayan
dapat dipelajari
2. Kebudayaan
berasal atau bersumber dari segi biologis, lingkungan, psikologis, dan komponen
sejarah eksistensi manusia.
3. Kebudayaan
mempunyai struktur
4. Kebudayaan
dapat dipecah – pecah ke dalam berbagai aspek
5. Kebudayan
bersifat dinamis
6. Kebudayaan
mempunyai variable
7. Kebudayaan
memperlihatkan keteraturan yang dapat di analisis dengan metode ilmiah
8. Kebudayaan
merupakan alat bagi seseorang untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti
bagi kesan kreatifnya
Pengertian kebudayaan yang dikemukakakn
oleh E.B. Taylor maupun dalill yang di kemukakan oleh Herkovits masih bersifat
luas sehingga pengkajian kebudayaan saling bervariasi. Kroeber dan Kukhon
(1950), mengajukan konsep kebudayaan sebaagai kupasan kritis dari definisi –
definisi kebudayaan yang mendekati. Definisinya adalah Kebudayaan terdiri dari
atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan, dan reaksi yang
diperolah dan pertama diturunkan oleh symbol- - symbol yang menyusun pencapaian
nya, secara tersendiri dari kelompok – kelompok manusia, termasuk didalamnya
benda – benda materi. Pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita – cita
atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai – nilai.
D. Kerangka kebudayaan
Untuk dapat memahami ilmu budaya dasar yang merupakan perpaduan beberapa
pengertian, konsep, atau teori pengetahuan budaya, bila perlu terlebih dahalu
mempelajari kerangka kebudayaannya sendiri. Sebab apa yang dikatakan difinisi,
pengertian, atau teori tentang pengetahuan budaya, semuanya merupakan komponen
dari susunan suatu ilmu, yang tidak dapat melepaskan diri dari objek materi dan
objek formal suatu ilmu.
Untuk memudahkan dalam dialektika tentang
kebudayaan yang wawasannya begitu luas, perlu dipahami terlebih dahulu tentang
kerangka kebudayaan, yang meliputi konsep kebudayaan, wujud, unsur kebudayaan,
system budaya, sistem sosial, kebudayaan fisik, dan pengertian lainnya. Demikian
pula dalam observasi ilmiah terkadang sulit untuk membatasi dan memusatkan
perhatian kepada suatu gejala. Akan tetapi sering dalam prakteknya suatu
kegiatan ilmiah mengandung banyak nuansa yang tidak jelas sudut pandangannya
(persepsinya).
a. Konsep Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat (1980), kebudayaan
berasal dari kata Sansekerta budhayah. Yaitu bentuk jamak dari budhi,yang
artinya “budi” atau “akal”. Kebudayaan dapat diartikan “hal – hal yang
bersangkutan dengan akal”. Sedangkan kata “budaya” merupakan perkembangan
majemuk dari “budi daya” yang berarti “daya dari budi” sehingga dibedakan antara
“budaya” yang berarti “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Dalam disiplin ilmu Antropologi budaya.kebudayaan
dan budaya itu artinya sama saja. Menurut dimensi wujudnya kebudayaan mempunyai
tiga wujud yaitu:
1. Kompleks
gagasan
konsep dan pikiran manusia wujud ini disebut
sistem budaya yang sifatnya abstrak atau tidak dapat dilihat dan berpusat pada
kepala – kepala manusia yang menganutnya.
2. Kompleks
aktivis
Berupa aktivitas manusia yang saling
berinteraksi yang bersifat kongkret dapat di amati atau di observasi. Sistem
sosial ini tidak dapat melepeskan diri dari sistem budaya, karena saling
berinteraksi manusia maka pola aktivitas dapat mula menimbulkan gagasan,
konsep, dan pikiran baru. Serta tidak mustahil dapat diterima dan mendapat tempat
dalam sistem budaya dari manusia yang berinteraksi tersebut.
3. Wujud
sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi
dari berbagai penggunaan peralatan untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya
manusia tersebut dapat menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.
b. Unsur-unsur Kebudayaan
Unsur –
unsur kebudayaan meliputi semua kebudayaan di dunia, menurut konsep B.
Malinowski kebudayaan didunia mempunyai tujuh unsur universal yaitu :
1. Bahasa
2. Sistem
teknologi
3. Sistem mata
pencaharian
4. Organisasi
sosial
5. Sistem
pengetahuan
6. Religi
7. Kesenian
Kerangka kebudayaan merupakan dimensi
analisis dari konsep kebudayaan yang dikombinasikan ke dalam suatu bagan
lingkaran. Sistem budaya digambarkan dalam lingkaran yang paling dalam dan
merupakan inti, sistem sosial dilambangkan dengan lingkaran kedua disekitar
inti. Sedangkan kebudayaan fisik dilambangkan dengan lingkaran yang paling
luar.
Maka terlihat jelas bahwa tiap unsur
kebudayaan yang universal itu dapat mempunyai tiga wujud kebudayaan,
yaitu sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
E. Sistem Budaya dan Sistem Sosial
Sistem sosial dan sistem budaya merupakan
sistem – sistemyang secara analisis dapat dibedakan. Sistem sosial lebih banyak
dibahas dalam kajian sosiologi, sedangkan sistem budaya banyak di kaji dalam
disiplin pengetahuan budaya. Jadi istilah sistem ini dapat dipakai berbagai
cara, fenomena, undang – undang, dan lain – lain.
Definisi sitstem yang memadai sulit di
rumuskan, mengingangat dalam sistem banyak terkandung unsur – unsur secara
sistem. Secara sederhana sistem diartikan sebagai kumpulan bagian –bagian yang
bekerja bersama – sama untuk melakukan satu maksud, adapun sistem itu memiliki
sepuluh ciri yaitu :
1. Fungsi (
Function )
2. Satuan (
Unit )
3. Batasan (
Boundary )
4. Bentuk (
Strukture )
5. Lingkungan (
Enviroment )
6. Hubungan (
Relation )
7. Proses (
Process )
8. Masukan (
Input )
9. Keluaran (
Output )
10. Pertukaran (
Exchange )
Dengan kesepuluh ciri sistem ini
mempermudah seseorang dalam menganalisis suatu sistem menurut prespektif tertentu seperti sistem sosial atau sistem
budaya.
a. Sistem Budaya
Sistem budaya atau Cultural System merupakan ide – ide dan gagasan manusia hidup
bersama dalam suatu masyarakat. Dengan demikian sistem budaya adalah dari
kebudayaan yang diartikan pula adat istiadat. Adat – istiadat mencakup sistem
nilai budaya, sistem norma, norma – norma menurut pranata – pranata yang ada
didalam masyarakat yang bersangkutan termasuk norma agama.
Proses
ini dimulai sejak kecil dimulai dari lingkungan keluarganya, kemudian dengan
lingkungan di luar rumah, mula – mula dengan meniru berbagai macam tindakan.
Tetapi ada juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut yang mengalami Deviants,
artinya individu yang dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem budaya di
lingkungan sekitarnya.
b. Sistem Sosial
Teori sistem sosial pertama kali
diperkenalkan oleh seorang sosiologi Amereika, Talcot Parsons. Konsep sistem
sosial merupakan konsep relasional sebagai pengganti konsep eksistensional
prilaku sosial. Konsep sosial adalah alat pembantu untuk menjelaskan tentang
kelompok – kelompok manusia.
Tiap
–tiap sistem sosial terdiri atas prilaku tertentu yang mempunyai struktur dalam
dua arti, yaitu : pertama relasi – relasi sendiri antara orang – orang bersifat
agak mantap dan tidak cepet berubah. Kedua prilaku – prilaku mempunyai corak
atau bentuk yang relatif mantap. Kesemuanya saling mengkait satu sama lain
dalam kebudayaan yang saling menguntungkan. Dalam dua sistem sosial, paling
tidak terdapat empat hal yaitu :
1. Dua orang
atau lebih.
2. Terjadi
interaksi diantara mereka.
3. Bertujuan
4. Memiliki
sturktur, symbol, dan harapan- harapan bersaama yang di pedomaninya.
Lebih lanjut parsons mengatakan
bahwa sistem sosial tersebut dapat berfungsi apabila dapat memenuhi empat
persyaratan fungsional yaitu :
1. Adaptasi
menunjuk pada keharusan bagi isitem – sistem sosial untuk menghadapi lingkungan
nya.
2. Mencapai
tujuan, merupakan persyaratan fungsional dengan bahwa tindakan itu di arahkan pada
tujuan – tujuannya (bersama sistem sosial).
3. Integrasi,
merupaka persyaratan yang berhubungan dengan interelasi antara para
anggota dalam sistem sosial.
4. Pemeliharaan
pola – pola tersembunyi, konsep latensi ( latency ), pada berhentinya
interaksi akibat keletihan dan kejenuhan sehingga tunduk pada sistem sosial
lainnya yang mungkin terlibat.
Model persyaratan
fungsional Parsons ini dapat digunakan untuk menganalisis interaksi di antara
pola – pola institusional utama di sistem – sistem sosial yang lebih
besar. Sistem – sistem sosial terdiri atas interaksi sosial .
Unsur –
unsur tersebut membentuk sistem sosial itu sendiri dan mengandung sistem
sosial. Adapun unsur – unsur sistem sosial tersebut ada sepuluh, yaitu :
1. Keyakinan (
pengetahuan ).
2. Perasaan (
sentiment ).
3. Tujuan,
sasaran atau cita – cita.
4. Norma.
5. Kedudukan
peranan ( status ).
6. Tingkatan
atau pangkat ( rank ).
7. Kekuasaan
atau pengaruh ( power ).
8. Sangsi.
9. Sarana atau
fasilitas.
10. Tekanan,
ketegangan.
F. Konsep Nilai, Sistem Nilai dan Orientasi Budaya
Kajian ilmu budaya dasar adalah nilai –
nilai dasar manusia. Oleh karena itu, dalam proses pengkajiannya permasalahan
nilai tersebut perlu terlebih dahulu di mengerti dan di pahami. Hal ini yang
penting bahwa nilai merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia.
Oleh karena itu, nilai – nilai ini sangat
luas dan dapat di temukan pada perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan
yang luas di alam semesta ini. Dengan mengerti ketiga pembicaraan ini
diharapkan seseorang dapat mengapresiasi betapa penting nya nilai bagi
kehidupannya mengetahui proses dan mekanisme nilai dalam kehidupan serta dapat
berperan dalam menentukan orientasi nilai budaya yang baik.
a. Konsep Budaya
Batasan nilai dapat mengacu kepada berbagai
hal seperti minat, kesukaan, pilihan, tugas, kewajiban agama, kebutuhan,
keagamaan, hasrat, keengganan, atraksi (daya tarik ), dan hal –hal lain yang
berhubungan dengan perasaandari orientasi seleksinya. Akan tetapi, segala
sesuatu yang nilainya manifestasi perilaku reflex atau hasil proses kimia di
dalam tubuh, itu bukan nilai. Rumusan nilai dapat diperluas dan dipersempit.
Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai,
ada beberapa pendapat sebagai berikut :
a) Pepper
mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk
b) Perry
mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai
objek
c) Kohler
mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini, semua tidak dapat berhenti
hanya dengan sebuah pandangan factual dari pengalaman yang berlaku
d) Kluckhon
mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagai konsep yang diinginkan
dalam literatur ilmu sosial adalah hasil seleksi perilaku. Batasan nilai sempit
adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang dibutuhkan dan apa
yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan, nilai – nilai tersusun
secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan
kepribadiannya.
Dari berbagai pendapat tentang nilai ini
dapat ditemukan sebuah batasan nilai (tentative) yaitu nilai adalah sesuatu
yang baik atau yang buruk sebagai abstraksi, pandangan, atau maksud dari
berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. Batasan ini bersifat
universal, tetapi untuk suatu maksud pembicaraan tertentu dapat mengacu kepada
salah satu batasan sebelumnya. Sebagai contoh pengertian nilai sosial
dikemukakan oleh Alfin L. Bertrand, nilai sosial adalah suatu kesadaran dan
emosi yang relatif lestari terhadap suatu objek, gagasan, atau orang.
Pengertian nilai sosial ini, bila dikaitkan dengan batasan sebelumnya, maknanya
akan berhubungan.
Untuk mendapat suatu rumusan yang jelas,
Robin M. Williams mengemukakan bahwa ada empat buah kualitas tentang nilai –
nilai, yaitu :
1. Nilai –
nilai mempunyai sebuah elemen konsepsi yang lebih mendalam dibandingkan dengan
hanya sekedar sensasi, emosi atau kebutuhan
2. Nilai –
nilai menyangkut atau penuh dengan semacam pengertian yang memiliki suatu aspek
emosi
3. Nilai –
nilai bukan merupakan tujuan kongkret dari tindakan, tetapi mempunyai hubungan
dengan tujuan, sebab nilai – nilai berfungsi sebagai kriteria dalam memiliki
tujuan – tujuan.
4. Nilai –
nilai merupakan unsur – unsur penting, dan tidak dapat disepelekan bagi orang
yang bersangkutan. Dalam kenyataan, nilai – nilai berhubungan dengan pilihan,
dan pilihan merupakan prasyarat u8ntuk mengambil suatu tindakan.
Jenis – jenis nilai, menurut intensitasnya,
ada yang disebut nilai – nilai yang tercernakan dan nilai – nilai yang domina.
Nilai – nilai yang tercernakan (internalized values) merupakan suatu
landasanbagi reaksi yang diberikan secara otomatis terhadap situasi – situasi
tingkah laku eksistensi, sedangkan nilai – nilai tercernakan tidak dapat
dipisahkan dari si individu serta membentuk landasan bagi hati nuraniny.
Apabila terjadi pemerkosaan terhadap nilai – nlai tersebut, maka akan timbul
perasaan malu atau bersalah yang sulit untuk dihapus. Nilai yang tercernakan
bagi individu – individu artinya individu itu menghayati atau menjiwai suatu
nilai sehingga ia akan memandang keliru pola perilaku yang tidak sesuai dengan
nilai tersebut.
Nilai –nilai yang dominan artinya nilai –
nilai yang lebih diutamakan daripada nilai – nilai lain. Fungsi nilai dominan ialah
sebagai suatu latar belakang atau kerangka patokan bagi tingkah laku sehari
hari. Kriteria apakah suatu nilai itu dominan, ditentukan oleh hal – hal
sebagai berikut :
1. Luas
tidaknya ruang lingkup pengaruh nilai tersebut dalam aktivitas total dari sistem
sosial.
2. Lama
tidaknya pengaruh nilai itu dirasakan oleh kelompok masyarakat
3. Gigih
tidaknya (intensitas) nilai tersebut diperjuangkan atau dipertahankan
4. Prestise
orang – orang yang menganut nilai, yaitu orang atau organisasai yang dirancang
sebagai pembawa nilai.
b. Watak Nilai
Memahami nilai akan lebih jelas apabila
dilanjutkan dengan mempelajari tentang watak nilai. Dengan memahmai watak nilai
atau etos nilai, diharapakan seseorang akan mengetahui apa yang harus
diperbuatnya untuk menjadi manusia dalam arti sepenuhnya. Hal ini ialah bahwa
nilai itu sendiri mempunyai dasar pembenaran atau sumber pandangan dari
berbagai hal seperti metafisika, teologi, etika, estetika, dan logika.
Pembicaraan mengenai watak nilai ini mencakup pertimbangan – pertimbangan
nilai, pembenaran nilai, pilihan nilai, dan konflik nilai.
Mempertimbangkan nilai adalah kebiasaan
sehari – hari bagi kebanykan orang, serta dilakukan secara terus – menerus.
Mempertimbangkan untuk mengadakan pilihan tentang nilai adalah suatu keharusan.
Dalam kehidupannya manusia terpaksa mengadakan pilihan, mengukur benda dari
segi yang lebih baik atau yang lebih jelek, dan memberikan formulasi tentang
ukuran nilai. Setiap individu mempunyai perasaan tentang nilai, dan tak pernah
ada suatu masyarakat tanpa sistem nilai. Jika seseorang tidak melakukan
pilihannya tentang nilai, maka orang lain atau kekuatan luar akan mentaokan
pilihan nilai untuk dirinya.
Bidang yang berhubungan dengan nilai adalah
etika (penyelidikan nilai dalam tingkah laku manusia) dan estetika
(penyelidikan tentang nilai dalam seni). Nilai dalam masyarakat tercakup dalam
adat kebiasaan dan tradisi, yang secara tidak sadar diterima dan dilaksanakan
oleh anggota masyarakat. Di dalam masyarakat yang secara tepat mengalami
perubahan, nilai menjadi bahan pertentangan.
Pertimbangan nilai berbeda dengan
pertimbangan fakta. Pertimbangan fakta hanyalah merupakan pernyataan deskriptif
tentang kualitas empiris atau hubungan.
c. Sistem-sistem Nilai
Konsep sistem – sistem nilai budaya
bermacam macam yang menunjukan bahwa macam - macam nilai dapat mengandung suatu
model menyeluruh untuk deskripsi dan studi perbandingan. Diasumsikan bahwa
perbedaan macam – macam dan tingkat – tingkat nilai aturan – aturan khusus atau
umum, cita – cita, norma –norma, kriteria lainnya dapat sikap mengatur,
penilaian dan sanksi – sanksi semuanya menyusun nilai sistem budaya yang
kompleks.
Demikian pula ditempat yang satu atau yang
lainnya berbeda. Akan tetapi, pada waktu yang sama variasi – variasi nilai yang
dianut ini mempunyai hubungan tertentu dengan suatu tema normatif. Menurut
Alvin L. Bertrand, merupaka nlandasan bagi cara pendekatan sistem nilai didalam
penyelidikan terhadapa nilai –nilai masyarakat.
Karena itu, suatu sistem nilai budaya
berfungsi sebagai pedoman tertinggi sebagai pedoman manusia ( Koentjaranigrat,
1981). Sistem nilai budaya itu demikian kuatnya meresap dan berakar didalam
jiwa masyarakat sehingga sulit diganti atau diubah dalam waktu yang singkat.
Sistem nilai budaya didalam masyarakat menyangkut masalah – masalah pokok bagi
kehidupan manusia.
Oleh karea itu, mungkin saja nilai – nilai
inti tertentu dapat berbeda atau bertentangan dengan nlai –nilai yang
lain.Suatu bangsa mempunyai orientasi nilai – nilai tertentu. Akan tetapi,
secara universal orientasi nilai budaya ini telah disusun kerangkanya
oleh seorang Antropolog bernama Kluckhohn ( atau dalam Variations In
Value Orientation, 1961).
d. Orientasi Nilai Budaya
Secara universal nilai budaya menyangkut
lima masalah pokok kehidupan manusia yaitu :
1. Hakikat
hidup manusia(MH)
Hakikat
hidup untuk setiap kebudayaaan berbeda secara ekstrim, ada yang berusaha untuk
memadamkan hidup, ada pula degan pola –pola tertentu mennganggap hidup sebagai
suatu yang berat “mengisi hidup”.
2. Hakikat
karya manusia (MK)
Setiap
kebudayaan hakikatnya berbeda beda ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan
hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerakan
hidup unutk menambah karya lagi
3. Hakikat
waktu manusia (MW)
Hakikat
waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan mememntingkan
orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan masa kini atau masa yang akan
dating.
4. Hakikat alam
manusia (MA)
Kebudayaan
yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam
semaksimal mungkin, adapula kebudayaan yang beranggapan bahwa manusia harus
harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.
5. Hakikat
hubungan manusia (MM)
Dalam hal
ini, ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia baik secara horizontal
(sesamanya) maupun secara vertical (orientasi kepada tokoh – tokoh.
Ada pula yang berpandangan Individualistis (menilai tinggi kekuatan
sendiri).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat
hidup sudah mempunyai pandangan (meminjam konsep Kluckhohn). Demikian
pula hakikat kerja berpandangan bahwa karya itu nafkah hidup dan kehormatan.
Pandangan ini menunjukkan terarah kepada diri sendiri tidak berorientasi
keluar. Pandangan semacam ini sering disebut Stoic :gelap, keras, dan
suram, sebagai akibat kecenderungan untuk berputar putar dalam dirinya sendiri.
Sistem – sistem nilai di Amerika telah
diteliti oleh Williams (1960) adanya informasi orientasi nilai – nilai yang
dianut oleh warganya yaitu :
1) Hasil usaha
dan keberhasilan dipentingkan oleh pribadi
2) Menekankan
pada aktivitas dan pekerjaan
3) Memandang
dunia dari segi moral
4) Mementingkan
mores atau adat istiadat kemanusiaan
5) Menghargai
efisiensi dan kepraktisan
6) Optimisme ke
masa depan atau kemajuan
7) Berorientasi
kepada materi
8) Berkeyakinan
pentingnya persamaan derajat
9) Menghargai
kebebasan
10) Menyesuaikan
diri kepada dunia luar
11) Mementingkan
segi rasio dan ilmu pengetahuan
12) Memiliki
patriotism
13) Berkeyakinan
terhadap demokrasi
14) Berkepribadian
individualistic
15) Mempunyai
tema rasional dan superioritas kelompok
Maka dalam memahami nilai – nilai dasar
manusia kita dapat dengan sekaligus memberi “cap” tentang watak dan
kompleksitas nilai – nilai dasar.
G. Peristiwa-peristiwa Perubahan Kebudayaan
a. Cultural lag
a. Cultural lag
Cultural Lag adalah perbedaan antara taraf
kemajuan berbagai bagian dalam kebudayaan suatu masyarakat. Artinya ketinggalan
kebudayaan yaitu selang waktu saat benda itu diperkenalkan pertama kali dan
saat benda itu di terima secara umum sampai masyarakat dapat menyesuaikan diri
terhadap benda tersebut.
b. Curtural survival
Istilah ini ada sangkut pautnya dengan cultural
lag karena mengandung pengertian adanya suatu cara tradisional yang tak
pernah mengalami perubahan sejak zaman dahulu sampai sekarang. Cultural
Survival adalah konsep lain yang dipakai untuk menbggambarkan suatu praktek
yang telah kehilangan fungsi penting nya seratus perse, yang tetap hidup dan
berlaku semata – mata hanya diatas landasa adat – istiadat. Jadi pergantian Lag
dapat dipergunakan paling sedikit
dalam dua arti yaitu :
1. Jangka waktu
antara terjadinya penemuan baru diterimanya penemuan baru tadi.
2. Adanya
perubahan dalam pikiran manusia dari alam pikiran tradisional ke alam pikiran
modern.
c. Pertentangan
Kebudayaan ( Cultural Conflic)
Hal ini terjadi akibat konflik langsung
antar kebudayaan, faktor – faktor yang menimbulkan konflik kebudayaan adalah
keyakinan – keyakinan yang berbeda berhubungan dengan masalah aktivitas
berbudaya.
d. Guncangan
Kebudayaan ( culture shock )
Istilah ini di kemukakan oleh Kalervo Oberg
(1958) untuk menyatakan apa yang disebutnya sebagai suatu penyakit jabatan
orang – orang yang tiba – tiba di pindahkan ke dalam suatu kebudayaan yang
berbeda dari kebudayaan nya sendiri. Hal ini akibat kecemasan, karena orang itu
kehilangan tanda – tanda atau lambang – lambang pergaulan sosial yang sudah di
kenal nya dengan baik.
Adapun empat tahap yang membentuk
siklus Culture Shock :
1. Tahap
inkubasi, kadang – kadang disebut tahap bulan madu sebagai suatu pengalaman
baru yang menarik.
2. Tahap
krisis, ditandai dengan suatu perasaan dendam pada saat inilah terjadi korban Culture
Shock
3. Tahap
kesembuhan, korban mampu melampui tahap kedua hidup dengan damai.
4. Tahap
penyesuaian diri, sekarang orang tersebut sudah membanggakan suatu yang di
lihat dan dirasaknnya dalam kondisi baru itu rasa cemas dalam dirinya sudah
berlalu.
H. Hubungan Manusia, Masyarakata, Budaya dan Agama
Hubungan
manusia, masyarakat, budaya dan agama Manusia adalah makhluk sosial, artinya
makhluk yang selalu membutuhkan kawan atau- pun membutuhkan bantuan orang lain
dalam menjalani kehidupannya sehari-hari, hal ini sudah menjadi sunatullah dari
sang pencipta alam semesta. Dalam kehidupan manusia, ada beberapa aspek yang
sangat disakral oleh suatu golongan masyarakat, salah satunya adalah masalah
agama dan budaya. Agama dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat dekat di
masyarakat.
Bahkan ada
sebagian masyarakat mengartikan bahwa agama dan kebudayaan adalah satu kesatuan
yang utuh. Sebenarnya, agama dan kebudayaan mempunyai kedudukan masing-masing
dan tidak dapat disatukan, karena agamalah yang mempunyai kedudukan lebih
tinggi dari pada kebudayaan. Namun keduanya mempunyai hubungan yang erat dalam
kehidupan masyarakat.
Geertz
mengatakan bahwa wahyu membentuk suatu struktur psikologis dalam benak manusia
yang membentuk pandangan hidupnya, yang menjadi sarana individu atau kelompok
individu yang mengarahkan tingkah laku mereka. Tetapi wahyu bukan saja
menghasilkan budaya immaterial, tetapi juga dalam bentuk seni suara, ukiran, bangunan.37
Perdebatan sebagaimana yang terjadi di atas bukan saja terjadi dalam
masyarakat, bahkan para ahlipun mempunyai pendapat yang berbeda dalam
memberikan pandangan terkait masalah agama dan budaya.
Para ahli tersebut misalnya, Hegel,
keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu, tata hukum, tatanegara,
kesenian, dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi.
Sebaliknya sebagian ahli, seperti Pater Jan Bakker, dalam bukunya “Filsafat
Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya,
karena menurutnya, bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya,
sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Keyakinan ini disebut Iman, dan Iman
merupakan pemberian dari Tuhan, sedang kebudayaan merupakan karya manusia.
Sehingga pendapat para ahli ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut ; 38 1)
Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau
dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu
sendiri. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. 2) Kelompok kedua, yang di wakili
oleh Pater Jan Bakker, menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama
sekali dengan agama. 3) Kelompok ketiga, menganggap bahwa agama merupakan
bagian dari kebudayaan itu sendiri. Perlu kiranya untuk kita ketahui secara
bersama bahwa Islam mendorong manusia untuk berbudaya, tentu berbudaya yang
dimaksud adalah berbudaya sesuai syariat Islam. Sebelum datangnya ajaran Islam
di muka bumi ini, sudah ada kebudayaan 37 Baihaqi Annizar, Hubungan agama dan budaya,
http:// baihaqi-annizar.blogspot.co.id/2015/03/hubungan-agama-dan-
kebudayaan.html, dikutip 04-12-2016, pukul 04:50 WIB. 38 Nata Abdullah,
Metodologi Studi Islam,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persadaa,2004) h.62
Zulkarnain Dali: Hubungan Antara Manusia, Masyarakat, dan Budaya 55 yang telah
berkembang sebelumnya.
Tentu dari
kebudayaan tersebut ada yang mengandung ke- baikan dan ada yang mengandung
keburukan atau kebatilan. Adat istiadat dan tradisi yang dilakukan oleh suatu
masyarakat bisa juga mengandung unsur kebaikan pada sisi kehidupan manusia,
yang tidak ada nash agamanya, kecuali pengarahan terhadap tujuan yang umum.
Ketika itulah peran akal melakukan ijtihad untuk mencari kehendak Ilahi, dalam
segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Mungkin bisa
dikatakan bahwa adat istiadat atau kebudayaan ataupun tradisi yang kebaikannya
adalah kehendak Ilahi, ia dapat dianggap sebagai hukum agama yang disandingkan
dengan tatanan agama secara menyeluruh, meliputi berbagai bidang kehidupan.
Pada saat itulah kenyataan hidup berperan dalam memahami agama berdasarkan
tradisi yang baik. Ia dianggap sebagai bagian agama ketika tidak ada nash yang
berkaitan dengannya, dan ketika tidak bertentangan dengan nash yang ada.39
Islam dan kebudayaan memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lain.
Ajaran Islam memberikan aturan-aturan yang sesuai dengan kehendak Allah SWT,
sedangkan kebudayaan adalah realitas keberagamaan umat Islam.
Kebudayaan dapat pula digunakan untuk memahami
agama yang terdapat pada tataran agama yang tampil dalam bentuk formal yang
menggejala di masyarakat. Pengamalan agama yang terdapat di masyarakat tersebut
adalah hasil penalaran para penganut agama dari sumber agama yaitu wahyu. Salah
satu contohnya yaitu ketika kita membaca kitab fiqih, kitab fiqih tersebut
merupakan pelaksanaan dari nash Al-quran maupun hadist yang melibatkan
penalaran dan kemampuan manusia. Pelaksanaan fiqih dalam kehidupan sehari-hari
itu berkaitan dengan kebudayaan yang berkembang di masyarakat tempat agama
tersebut berkembang. Dengan pemahaman terhadap kebudayaan tersebut seseorang
akan dapat mangamalkan ajaran agama tersebut.40 Didalam ajaran agama Islam ada
beberapa jenis kebudayaan, antara lain sebagai berikut; 41 1) Kebudayaan yang
tidak bertentangan dengan ajaran Islam 39 Al-majid,PemahamanIslam antara rakyu
dan wahyu, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1997) h.73. 40 Nata Abdullah,
Metodologi Studi Islam,(Jakarta:PT Raja Grafindo Persadaa,2004) h.49 41 Endar
Wismulyani, Jejak Islam di Nusantara, Cet 1,(Klaten: Cempaka Putih,2008),
h.46-47 Hal ini sebagai yang disebut pada kaidah fiqh yaitu “ al adatu
muhkamatun “ artinya “adat kebiasaan dapat dijadikan sebagai hukum” bahwa adat
istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat, yang merupakan bagian dari budaya
manusia.
Mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum.
Tetapi perlu diingat, kaidah tersebut hanya berlaku pada hal yang belum ada
nashnya dalam al-quran maupun sunnah Rasul. 2) Akulturasi kebudayaan Adapun
maksud dari akulturasi kebudayaan di atas adalah, bahwa ada tradisi masyarakat
yang bertentangan dengan ajaran Islam, namun tradisi tersebut tetap
dilaksanakan tetapi dimasukan ajaran Islam. Misalnya, melaksanakan upacara
tujuh hari orang me- ninggal ataupun empat puluh hari orang meninggal. Upacara
semacam itu tidak ada tuntunannya dalam Islam, tetapi Islam mencoba merekonstruksi
upacara-upacara tersebut agar menjadi lebih Islami, yaitu dengan pembacaan
kitab suci Alquran pada saat pelaksanaan upacara-upacara tersebut. Sehingga
acara tersebut bisa bernilai ibadah. 3) Kebudayaan yang bertentangan dengan
syariat Islam Kebudayaan yang bertentangan sebagaimana yang disebutkan pada
point ketiga di atas kebudayaan yang mana nash atau dalilnya tidak terdapat
dalam al-quran maupun sunnah Rasul, tradisi itu juga bertentangan norma, hukum,
adat, sopan santun dan menimbulkan keresahan dalam kehidupan masyarakat.
Misalnya, melakukan kegiatan perjudian dan
mabuk-mabukan pada suatu hajatan. Beberapa uraian dan contoh yang telah di-
sampaikan di atas merupakan sebagian kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran
Islam, sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Islam melarangnya,
karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada
kemajuan adab, dan persatuan, serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan
serta akan menimbulkan kerusuhan dan konflik dalam kehidupan masyarakat.
KESIMPULAN
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun-menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh tuhan yang maha kuasa.
Dari setiap kebudayaan yang ada manusia mempunyai kepribadian masing-masing contohnya kepribadian budaya timur. Kepribadian bangsa timur merupukan suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang menganut budaya dari timur, yang menunjukkan ke-khasan dan pola pikir dari kebiasaan yang terdapat di daerah timur. Kepribadian bangsa timur pada umumnya memiliki sifat toleransi yang tinggi.
kebudayaan juga mengalami perubahan, perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karenaa ketidaksesuaian yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
[1] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya Dasar Suatu
Pengantar, ( Bandung : PT
Refika Aditama,1998). 14
https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/article/viewFile/373/320

Mantap informasinya sangat jelas
BalasHapusAlhamdulilah sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih informasinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat lengkap. Semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah semakin bertambah wawasan saya dengan membaca ini, terima kasih dan sukses selalu
BalasHapusalhamdulillah,, sangat membantu menambah wawasan. terima kasih dan semoga bermanfaat.
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih banyak ya ilmu barunya semoga bermanfaat
BalasHapusTernyata manusia dan kebudayaan sangat erat hubungannya ya, terimakasih infonya....
BalasHapussama sama kakak
HapusAlhamdulillah sangat membantu untuk di jadikan referensi
BalasHapusNice, adanya makalah ini saya mendapatkan wawasan baru .Terimakasih semoga bermanfaat
BalasHapusMaterinya sangat menarik banyak bahasan mendalam tentang manusia dan budaya. saya setuju sekali bahwa manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini.
BalasHapusAlhamdulillah makalah sangat mudah dipahami dan sangat menambah wawasan
BalasHapusBarakallah, semoga bermanfaat😊
BalasHapusAlhamdulillah makalah ini dapat menambah wawasan saya , makalah ini sangat berguna sekali untuk para pembacanya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap kak, informasi yang disajikan mengenai manusia dan budaya sangat lengkap. Terimakasih kakak.
BalasHapusiya makasih kakak
HapusWihh, mantuk kak makalah nya. Bisa dibuat tambahan referensi, dan keterangan nya juga lebih jelas untuk dipahami, dari sini saya juga merasa tambah faham tentang materi ini ☺️
BalasHapusMakasih makalahnya bermanfaat, sebaiknya daftar pustakanya di tambah
BalasHapusAlhamdulillah saya dpt ilmu baru, terimakasih sudah berbagi ilmu semoga bermanfaat :)
BalasHapusAlhamdulillah Makalah nya sangat bagus dan mudah dipahami.semoga bermanfaat....
BalasHapusAlhamdulillah, makalahnya sudah baik. Semoga bermanfaat untuk orang yang membutuhkan
BalasHapusMantap, makalah mudah dipahami, bisa menambah referensi
BalasHapusSangat inpiratif dan inovatif makalah ini bisa digunakan sebagai objek pembelajaran dan menambah ilmu bagi para mahasiswa dan juga kata-kata yang digunakan dalam makalah ini sangat bagus dan menarik sekali sehingga menarik untuk dibaca
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya bisa menambah wawasan
BalasHapusmanusia dan kebudayaan. pas dengan negara yang kita tinggali ini, negara Indonesia dengan keberagaman budayanya. terimakasih ilmunya
BalasHapusAlhamdulillah, makalah yang disajikan sudah baik, materi yang di paparkan juga sudah jelas, semoga bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusamiin yaa robbal alamiin...
HapusAlhamdulillah,,Senangnya setelah membaca isi dari makalah ini saya semakin termotivasi untuk bisa membuat karya semenarik ini dan semakin menambah wawasan pengetahuan saya mengenai keterkaitan manusia dengan kebudayaan .Makalah ini sangatlah menarik dan bahasanya juga sangat mudah difahami serta makalah ini juga bisa dijadikan bahan untuk referensi. Terima kasih sudah memberikan ilmu barunya semoga ilmunya bisa bermanfaat dan kelak bisa menciptakan karya - karya menarik lainnya... :) :)
BalasHapusMakalah dengan gaya penyusunan bahasa yang sederhana sangat mudah sekali untuk difahami, sehingga tidak ada satu bagian yang tidak dapat dimengerti. Sangat inpiratif dan inovatif makalah ini bisa digunakan sebagai objek pembelajaran dan menambah ilmu bagi para mahasiswa dan juga kata-kata yang digunakan dalam makalah ini sangat bagus dan menarik sekali sehingga menarik untuk dibaca
BalasHapusterima kasi banyak ya min. Makalah ini memang berguna sekali dan berfungsi bagi orang orang yang belum mengerti seperti saya , teruslah berkarya ya ^^ semoga anda sukses
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat
BalasHapusKita memang tak akan bisa lepas dari kebudayaan karena itu telah lama melekat
BalasHapusSangat bermanfaat bagi nusa dan bangsa..
BalasHapusMakalah juga menambah wawasan ilmu pengetahuan makalah juga dibutuhkan sebagai objek pembelajaran secara akurat saya rasa makalah yang ada buat sudah baik serta menarik dan tidak bosan seseorang untuk membacanya sukses selalu untuk kedepannya amin
BalasHapusAlhamdulillah, makalah ini sangat bagus, sehingga kami yang awam bisa tahu, mana kebudayaan yang boleh diikuti dan tidak. semoga bermanfaat untuk kita semua, semangat.
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya udah bagus. Dan membuat saya bertambah ilmu.
BalasHapusMateri yang disampaikan sangat menarik dan membuat pembaca lebih memahami terimakasih
BalasHapusAlhamdullillah, bersyukur banget nemu makalah ini. Bisa menambah wawasan dan ilmu.
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih banyak.. sangat menambah wawasan bagi pembaca. Semoga dari makalah ini dapat mengalirkan pahala bagi penulis dan dapat terus berkarya untuk menambah wawasan bagi setiap orang
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih , dapat ilmu baru , terus berkarya dan semoga bermanfaat
BalasHapusJelas sekali pemaparannya. I appreciate it👏👏👏👏
BalasHapusAlhamdulillah bisa mendapatkan pengetahuan baru dari tulisan makalah yang berjudul "manusia dan kebudayaan. Berbicara manusia dan kebudayaan memang susah dipisahkan bahkan tidak bisa menurut saya, karena kebudayaan itu suatu kebiasaan yang sudah dilakukan dalam rana kehidupan bersama masyarakat, contohnya kebudayaan jawa yang mana sampai sekarang pun masih melekat tidak hilang. Jadi ditulisan ini sangat dibutuhkan untuk mengangkat kembali masalah budaya yang mana dari mengangkat tema budaya lagi kita semua sebagai pembaca bisa mengingat kembali apa itu dari sebuah budaya.
BalasHapusSaran dari saya mungkin dari daftar pustaka bisa diperbanyak karna setiap tulisan itu pastilah ada bahan sumbernya, Trimakasih.
Alhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah dengan adanya makalah ini saya mendapat ilmu pengetahuan lebih jauh lagi
BalasHapusMantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap
BalasHapusAlhamdulillah, bisa nmbah ilmu. makalah yang disajikan baik, materi yang di paparkan juga jelas, semoga bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusAlllhamdulillah hirobbil alamin dengan adanya makalah yang berjudul "Manusia dan Kebudayaan" saya mendapatkan pelajaran baru tentang makalah tersebut semoga bermanfaaat aminn ya robbal alamin
BalasHapusAlhamdulillah keren materinya, semoga ilmunya bermanfaat aamiin
BalasHapusAlhamdulillah tema yang di angkat menjelaskan hal hal yang lebih mendalam dan luas sehingga meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi pembaca .Terimakasih
BalasHapusAlhamdulillah, sangat bermanfaat
BalasHapusPemaparan makalahnya jelas dan dapat dipahami. bermanfaat sekali trimakasih
BalasHapusmakalah ini mengajarkan bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya.
BalasHapusAlhamdulillah, sangat bermanfaat materinya
BalasHapusMantap, makalah mudah di pahami, bisa menambah referensi lagi
BalasHapusWah keren sekali bih buat nambah wawasan
BalasHapusDari sini saya menjadi tahu bahwa manusia dan budaya adalah suatu komponen dalam kehidupan yang tidak bisa dilepaskan. dengan kata lain kedua komponen ini saling berkaitan, dimana ada kehidupan manusia disitu pasti ada sebuah budaya.. makasih kak makalah ini menambah wawasan pengetahuan saya
BalasHapusTerimakasih kak, Makalahnya sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan referensi.
BalasHapuswah sangatt bermanfaat, saya jadi tau, terima kasih
BalasHapusalhamdulillah, dengan adanya makalah ini saya bisa menambah referensi untuk belajar. semoga barokah
BalasHapusAlhamdulillah pengetahuan jadi semakin bertambah semoga bisa bermanfaat untuk orang lain
BalasHapusAlhamdulillah materinya sangat bermanfaat
BalasHapusNice, materinya cukup bisa difahami
BalasHapusAlhamdulillah sangat mudah dipahami
BalasHapusMaterinya mudah dipahami, terimakasih min telah membagi materi yang bermanfaat
BalasHapus